Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوفِ مِنْ إِقَامَةِ الصَّلَاةِ
“Luruskanlah shaf kalian, karena meluruskan shaf termasuk tegaknya sholat.” (HR Bukhari)
سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوفِ مِنْ تَمَامِ الصَّلَاةِ
“Luruskanlah shaf kalian, karena meluruskan shaf termasuk kesempurnaan sholat.” (HR Ibnu Majah)
Bagi kita ummat muslim, tentunya tidak asing lagi dengan kalimat di atas. Kalimat itu merupakan perintah dari imam kepada makmum yang mengikutinya agar meluruskan dan merapatkan shaf sebelum memulai shalat berjamaah.
Akan tetapi, meskipun sudah sering mendengarnya, tidak semua orang yang memahami bagaimana Shaf shalat berjamaah yang lurus dan rapat tersebut. Mungkin sebagian kita yang paham, banyak menemuinya ketika melakukan shalat berjama’ah di mesjid, mushalla, atau tempat2 lainnya yg boleh dilaksanakan shalat. Adapun dalil mengenai persoalan ini adalah sbb:
أَقِيْمُوُا صُفُوْفَكُمْ فَإِنَّمَا تَصُفُّوْنَ بِصُفُوْفِ الْمَلاَئِكَةِ, وَحَاذُوْا بَيْنَ الْمَنَاكِبِ وَسَدُّوْا الْخَلَلَ وَلِيْنُوْا بِأَيْدِيْ إِخْوَانِكُمْ وَلاَ تَذَرُوْا فُرُجَاتٍ لِلشَّيْطَانِ. وَمَنْ وَصَلَ صَفًّا وَصَلَهُ اللهُ وَمَنْ قَطَعَ صَفًّا قَطَعَهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ
“Luruskan shaf-shaf kalian karena sesungguhnya kalian itu bershaf seperti shafnya para malaikat. Luruskan di antara bahu-bahu kalian, isi (shaf-shaf) yang kosong, lemah lembutlah terhadap tangan-tangan (lengan) saudara kalian dan janganlah kalian menyisakan celah-celah bagi setan. Barangsiapa yang menyambung shaf, niscaya Allah akan menyambungnya (dengan rahmat-Nya) dan barangsiapa yang memutuskannya, maka Allah akan memutuskannya (dari rahmat-Nya)”
HR.Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa’iy dan lainnya. Dishohihkan oleh Al-Albany dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah (743)
Menurut saya,setidaknya ada 3 faktor kenapa kesalahan dalam Shaf Shalat Berjama’ah ini bisa terjadi.
Faktor Pertama: Imam
Dalam hadist di atas, perintah itu bukan semata-mata untuk makmum yang berdiri dalam Shaf-shaf, namun juga kepada imam. Sebagai Seorang yang memimpin jalannya shalat berjama’ah, Imam memiliki kewajiban memperhatikan keadaan makmum sebelum shalat berjama’ah dimulai. Namun saat sekarang sangat sering ditemui imam yang pada saat akan memulai shalat mengucapkan:
سَوُّوْا صُفُوْفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ
“Luruskan shaf-shaf kalian, karena sesungguhnya meluruskan shaf termasuk kesempurnaan sholat”. (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shohihnya (433) dari shahabat Anas bin Malik -radhiallahu Ta’ala ‘anhu)
dan terkadang ditambah dengan kata-kata “Shaf Lurus dan Rapat”, akan tetapi tidak sedikitpun Sang Imam berpaling melihat kondisi makmum apakah sudah siap, dan apakah shaf mereka sudah rapi? Menurut saya, inilah kesalahan fatal imam yang sering ditemui.
Faktor Kedua: Makmum
Faktor ini lebih disebabkan karena ketidak tahuan dan ketidak fahaman bagaimana tata cara shalat berjama’ah yang benar sesuai dengan tuntunan syari’at. Hal ini ditunjang oleh Faktor Imam yang tidak peduli dengan keadaan makmum sebelum memulai Shalat Berjama’ah. Tidak lurus dan rapatnya shaf shalat juga ditunjang oleh Faktor Ketiga, yakni media alas Shalat atau sajadah yang digunakan.
Faktor Ketiga: Media / Sajadah Shalat
Jadi Seperti Apakah Kriteria Shaf yg Lurus dan Rapat tersebut.?
Kriteria untuk merapatkan Shaf sudah dijelaskan dalam hadist di atas, yakni bahu2 harus saling bersinggungan dan itulah yang dikatakan rapat.
Adapun untuk meluruskan shaf, tentunya perlu sesuatu yg menjadi patokan lurus tersebut. Hal yang paling mudah adalah dengan sama-sama mensejajarkan posisi tumit pada pinggir belakang tikar.
Wallahu a’lam..
Semoga Allah memberi pertolongan kepada kita agar kita senantiasa dimudahkan dalam memahami agama Islam yang benar, dan dimudahkan dalam mengamalkannya dan mendakwahkannya.
Mohon maaf jika ada kesalahan, karena yang benar hanya milik Allah dan yang salah dari saya pribadi sendiri dan dari syaiton
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوفِ مِنْ إِقَامَةِ الصَّلَاةِ
“Luruskanlah shaf kalian, karena meluruskan shaf termasuk tegaknya sholat.” (HR Bukhari)
سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوفِ مِنْ تَمَامِ الصَّلَاةِ
“Luruskanlah shaf kalian, karena meluruskan shaf termasuk kesempurnaan sholat.” (HR Ibnu Majah)
Bagi kita ummat muslim, tentunya tidak asing lagi dengan kalimat di atas. Kalimat itu merupakan perintah dari imam kepada makmum yang mengikutinya agar meluruskan dan merapatkan shaf sebelum memulai shalat berjamaah.
Akan tetapi, meskipun sudah sering mendengarnya, tidak semua orang yang memahami bagaimana Shaf shalat berjamaah yang lurus dan rapat tersebut. Mungkin sebagian kita yang paham, banyak menemuinya ketika melakukan shalat berjama’ah di mesjid, mushalla, atau tempat2 lainnya yg boleh dilaksanakan shalat. Adapun dalil mengenai persoalan ini adalah sbb:
أَقِيْمُوُا صُفُوْفَكُمْ فَإِنَّمَا تَصُفُّوْنَ بِصُفُوْفِ الْمَلاَئِكَةِ, وَحَاذُوْا بَيْنَ الْمَنَاكِبِ وَسَدُّوْا الْخَلَلَ وَلِيْنُوْا بِأَيْدِيْ إِخْوَانِكُمْ وَلاَ تَذَرُوْا فُرُجَاتٍ لِلشَّيْطَانِ. وَمَنْ وَصَلَ صَفًّا وَصَلَهُ اللهُ وَمَنْ قَطَعَ صَفًّا قَطَعَهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ
“Luruskan shaf-shaf kalian karena sesungguhnya kalian itu bershaf seperti shafnya para malaikat. Luruskan di antara bahu-bahu kalian, isi (shaf-shaf) yang kosong, lemah lembutlah terhadap tangan-tangan (lengan) saudara kalian dan janganlah kalian menyisakan celah-celah bagi setan. Barangsiapa yang menyambung shaf, niscaya Allah akan menyambungnya (dengan rahmat-Nya) dan barangsiapa yang memutuskannya, maka Allah akan memutuskannya (dari rahmat-Nya)”
HR.Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa’iy dan lainnya. Dishohihkan oleh Al-Albany dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah (743)
Menurut saya,setidaknya ada 3 faktor kenapa kesalahan dalam Shaf Shalat Berjama’ah ini bisa terjadi.
Faktor Pertama: Imam
Dalam hadist di atas, perintah itu bukan semata-mata untuk makmum yang berdiri dalam Shaf-shaf, namun juga kepada imam. Sebagai Seorang yang memimpin jalannya shalat berjama’ah, Imam memiliki kewajiban memperhatikan keadaan makmum sebelum shalat berjama’ah dimulai. Namun saat sekarang sangat sering ditemui imam yang pada saat akan memulai shalat mengucapkan:
سَوُّوْا صُفُوْفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ
“Luruskan shaf-shaf kalian, karena sesungguhnya meluruskan shaf termasuk kesempurnaan sholat”. (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shohihnya (433) dari shahabat Anas bin Malik -radhiallahu Ta’ala ‘anhu)
dan terkadang ditambah dengan kata-kata “Shaf Lurus dan Rapat”, akan tetapi tidak sedikitpun Sang Imam berpaling melihat kondisi makmum apakah sudah siap, dan apakah shaf mereka sudah rapi? Menurut saya, inilah kesalahan fatal imam yang sering ditemui.
Faktor Kedua: Makmum
Faktor ini lebih disebabkan karena ketidak tahuan dan ketidak fahaman bagaimana tata cara shalat berjama’ah yang benar sesuai dengan tuntunan syari’at. Hal ini ditunjang oleh Faktor Imam yang tidak peduli dengan keadaan makmum sebelum memulai Shalat Berjama’ah. Tidak lurus dan rapatnya shaf shalat juga ditunjang oleh Faktor Ketiga, yakni media alas Shalat atau sajadah yang digunakan.
Faktor Ketiga: Media / Sajadah Shalat
Jadi Seperti Apakah Kriteria Shaf yg Lurus dan Rapat tersebut.?
Kriteria untuk merapatkan Shaf sudah dijelaskan dalam hadist di atas, yakni bahu2 harus saling bersinggungan dan itulah yang dikatakan rapat.
Adapun untuk meluruskan shaf, tentunya perlu sesuatu yg menjadi patokan lurus tersebut. Hal yang paling mudah adalah dengan sama-sama mensejajarkan posisi tumit pada pinggir belakang tikar.
Wallahu a’lam..
Semoga Allah memberi pertolongan kepada kita agar kita senantiasa dimudahkan dalam memahami agama Islam yang benar, dan dimudahkan dalam mengamalkannya dan mendakwahkannya.
Mohon maaf jika ada kesalahan, karena yang benar hanya milik Allah dan yang salah dari saya pribadi sendiri dan dari syaiton
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
