Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Masjid adalah rumah Allah yang berada di atas bumi. Memiliki kedudukan
yang agung di mata kaum muslimin karena menjadi tempat bersatunya mereka
ketika shalat berjamaah dan kegiatan beribadah lainnya. Umat Islam
senantiasa akan mulia manakala kembali memakmurkan masjid seperti halnya
generasi salaf dahulu.
Sebagai rumah dari rumah-rumah Allah Ta’ala
yang mempunyai peranan vital, ada beberapa etika yang telah digariskan
oleh Islam ketika berada di dalamnya. Antara lain :
1. Mengikhlaskan Niat Kepada Allah Ta’ala
Hendaknya seseorang yang ingin ke masjid mengikhlaskan niatnya sehingga
Allah Ta’ala menerima ibadah yang ia lakukan di masjid. Hendaknya ia
mendatangi masjid untuk menunaikan tugas seorang hamba yaitu beribadah
kepada Allah Ta’ala tanpa dilandasi rasa ingin dipuji manusia atau ingin
dilihat oleh masyarakat. Karena sesungguhnya setiap amalan itu
tergantung dari niatnya.
2. Berpakaian Indah Ketika Hendak Menuju Masjid
Sebagaimana perintah Allah Ta’ala dalam firman-Nya:
يَا بَنِي آدَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ
“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid”
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “dalam ayat ini,
Allah tidak hanya memerintahkan hambanya untuk menutup aurat, akan
tetapi mereka diperintahkan pula untuk memakai perhiasan. Oleh karena
itu hendaklah mereka memakai pakaian yang paling bagus ketika shalat”.
Dan dijelaskan dalam kitab tafsir karangan Imam Ibnu Katsir
rahimahullah, “berlandaskan ayat ini dan ayat yang semisalnya disunahkan
berhias ketika akan shalat, lebih-lebih ketika hari Jumat dan hari
raya. Termasuk perhiasan yaitu siwak dan parfum”
3. Menghindari Makanan Tidak Sedap Baunya
Maksudnya adalah larangan bagi seseorang yang makan makanan yang tidak
sedap baunya, seperti mengonsumsi makanan yang menyebabkan mulut berbau,
seperti bawang putih, bawang merah, jengkol, pete, dan termasuk juga
merokok atau yang lainnya untuk menghadiri shalat jamaah, berdasarkan
hadis,
Dari Jabir radhiallahu’anhu bahwasanya Rasulullah
Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Barang siapa yang memakan dari
tanaman ini (sejenis bawang dan semisalnya), maka janganlah ia mendekati
masjid kami, karena sesungguhnya malaikat terganggu dengan bau
tersebut, sebagaimana manusia”.
Juga hadis Jabir, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ أَكَلَ ثَوْمًا أَوْبَصَلاً فًلْيَعْتَزِلْنَا أَوْ قَالَ فَلْيَعْتَزِلْ مَسْجِدَنَا وَلْيَقْعُدْ فيِ بَيْتِهِ
“Barang siapa yang makan bawang putih atau bawang merah maka hendaklah
menjauhi kita”, atau bersabda, “Maka hendaklah dia menjauhi masjid kami
dan hendaklah dia duduk di rumahnya”.
Hadis tersebut bisa dibawa
ke persamaan kepada segala sesuatu yang berbau tidak sedap yang bisa
menganggu orang yang sedang shalat atau yang sedang beribadah lainnya.
Namun jika seseorang sebelum ke masjid memakai sesuatu yang bisa
mencegah bau yang tidak sedap tersebut dari dirinya seperti memakai
pasta gigi dan lainnya, maka tidak ada larangan baginya setelah itu
untuk menghadiri masjid.
4. Bersegera Menuju Rumah Allah Ta’ala
Bersegera menuju masjid merupakan salah satu ciri dari semangat seorang
muslim untuk melakukan ibadah. Jika waktu shalat telah tiba, hendaklah
kita bersegera menuju masjid karena di dalamnya terdapat ganjaran yang
amat besar, berdasarkan hadis:
Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu
bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Seandainya
manusia mengetahui keutamaan shaf pertama, dan tidaklah mereka bisa
mendapatinya kecuali dengan berundi niscaya mereka akan berundi. Dan
seandainya mereka mengetahui keutamaan bersegera menuju masjid niscaya
mereka akan berlomba-lomba”.
Jangan sampai kita menyepelekan dan
menunda-nunda waktu untuk sesegera mungkin menuju masjid. Hendaknya
selalu bersemangat dalam menghidupkan masjid dan mengisinya dengan
amalan-amalan ibadah lainnya.
5. Berjalan Menuju Masjid Dengan Tenang dan Sopan
Hendaknya berjalan menuju shalat dengan khusyuk, tenang, dan tentram.
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam melarang umatnya berjalan menuju shalat
secara tergesa-gesa walaupun shalat sudah didirikan. Abu Qatadah
radhiallahu’anhu berkata, “Saat kami sedang shalat bersama Nabi
Shallallahu’alaihi Wasallam, tiba-tiba beliau mendengar suara kegaduhan
beberapa orang. Sesudah menunaikan shalat beliau mengingatkan,
مَا
شَأْنُكُم؟ قَالُوْا: اِسْتَعْجَلْنَا إِلىَ الصَّلاَةِ. فَقَالَ: فَلاَ
تَفْعَلُوْا, إِذَا أَتَيْتُمْ إِلَى الصَّلاَةِ فَعَلَيْكُمْ
بِاالسَّكِيْنَةِ فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوْا وَمَا فَاتَكُمْ
فَأَتِمُّوْا
“Apa yang terjadi pada kalian?” Mereka menjawab, “Kami
tergesa-gesa menuju shalat.” Rasulullah menegur mereka, “Janganlah
kalian lakukan hal itu. Apabila kalian mendatangi shalat maka hendaklah
berjalan dengan tenang, dan rakaat yang kalian dapatkan shalatlah dan
rakaat yang terlewat sempurnakanlah”
Semoga Allah memberi
pertolongan kepada kita agar kita senantiasa dimudahkan dalam memahami
agama Islam yang benar, dan dimudahkan dalam mengamalkannya dan
mendakwahkannya.
Mohon maaf jika ada kesalahan, karena yang benar hanya milik Allah dan yang salah dari saya pribadi sendiri dan dari syaiton
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar